<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Andrean Saputro</title>
	<atom:link href="http://andreans.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andreans.blogdetik.com</link>
	<description>salingterhubung</description>
	<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 18:00:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bermain Gitar, Majalah Musik Dan Google</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/majalah-musik-dan-google/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/majalah-musik-dan-google/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 00:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<category><![CDATA[Pandangan]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<category><![CDATA[gitar]]></category>

		<category><![CDATA[band]]></category>

		<category><![CDATA[GIGI]]></category>

		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Belajar gitar itu, ujung jari kirinya harus mengapal dulu dan pergelangan tangan kananmu harus tahu ritme, Ndre&#8230;&#8221; &#8212; Mas Nano, tetangga sebelah rumah&#8230;
Inilah yang dikatakan tetangga waktu berniat meminjam gitarnya untuk belajar memainkan alat musik sejuta umat ini. Saya yang masih itu masih SD kelas 5, mengiyakan saja ucapan mas Nano itu.
Dengan modal gitar pinjaman, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>&#8220;Belajar gitar itu, ujung jari kirinya harus mengapal dulu dan pergelangan tangan kananmu harus tahu ritme, Ndre&#8230;&#8221;</strong></em> &#8212; Mas Nano, tetangga sebelah rumah&#8230;</p></blockquote>
<p>Inilah yang dikatakan tetangga waktu berniat meminjam gitarnya untuk belajar memainkan alat musik sejuta umat ini. Saya yang masih itu masih SD kelas 5, mengiyakan saja ucapan mas Nano itu.</p>
<p>Dengan modal gitar pinjaman, senar gitar string Pyramida Gold dan buku panduan bermain gitar bersampul merah serta semangat 45, saya mulai menghafalkan letak ujung jari di tab gitar dan posisi nomer senar serta menggenjreng dengan tangan kanan setelahnya. <em>Jreeenggg&#8230;. </em>Nada C keluar dari lubang resonansi. Begitu pula untuk kunci-kunci selanjutnya.</p>
<p>Kakek saya berlangganan harian Suara Merdeka. Setiap edisi hari Sabtu, saya selalu menggunting bagian lirik yang disemati<span id="more-77"></span> kunci gitar di bagian halaman akhir koran lalu menempelkannya di sebuah buku bersampul biru tua sampai terkumpul banyak dalam kurun waktu setahun. Sayang, buku itu telah hilang. Namun saya masih ingat beberapa kliping lagunya, ada Nugie dengan Penulis Malam yang menggunakan nada dasar D dan If I Let You Go dari Westlife yang main di nada C. Kenapa itu yang diingat? Karena saya suka lagunya dan gampang dimainkan oleh gitaris belia semacam saya.</p>
<p>Dengan modal ketekunan kliping dan mencoba memainkan setiap lagi yang ada, di sekolah, saya dan teman-teman didaulat untuk menjadi pengiring musik saat kebaktian awal bulan di gereja. Pada saat itu saya memainkan gitar dan kadang-kadang bass.</p>
<h3>SMP dan Beasiswa Yamaha Music</h3>
<p>Menginjak SMP, dengan kemahiran yang dikatakan &#8220;sudah bisa main gitar&#8221;, saya tergabung dengan band sekolah yang lagi-lagi menjadi pengiring lagu gereja yang dipakai saat kebaktian. Namun, tidak melulu memainkan lagu gereja lagi, tapi sudah bisa memainkan lagu-lagu dari band-band Indonesia semacam Sheila on 7, PADI, Dewa 19 dan DEWA, Jikustik yang saat itu memang lagi nge-hits.</p>
<p>Karena sekolah saya mempunyai guru musik, yang juga tetangga kampung saya, maka saya berkesempatan untuk mengikuti lomba Ensamble tingkat SMP di auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta. Dan Andrean Saputro pada saat itu terpilih menjadi pemain gitar akustik terbaik dan grup musik ensamble saya keluar menjadi juara ke-2 dan diganjar dengan Beasiswa Yamaha Music yang membebaskan saya dari biaya SPP sekolah selama 2 tahun ditambah ganjaran gitar elektrik + mini sound dan amplifier. Ini berkat minat dan bakat yang dipoles setiap hari Rabu dan Kamis sore yang tiada lain dan tiada bukan adalah hari dimana ekstra kurikuler musik digelar. *bahasanya&#8230;.* <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ah, ya, pada saat tampil di perlombaan tersebut, saya memainkan lagu &#8220;Potong Padi&#8221; dan &#8220;Rhythm of The Rain&#8221;-nya The Cascades tanpa stylesheet (.CSS) temannya HTML..</p>
<h3><strong>Majalah Musik </strong></h3>
<blockquote><p><em><strong>&#8220;Pada dasarnya, dengan banyak berlatih, kamu akan tahu berbagai macam  variasi lagu dan lama kelamaan akan mengasah feeling.&#8221;</strong></em> &#8212; Pak Harinto,  tetangga dan guru musik SMP</p></blockquote>
<p style="text-align: center">
<p><div id="attachment_78" class="wp-caption aligncenter" style="width: 346px"><img class="size-full wp-image-78 " src="http://andreans.blogdetik.com/files/2011/11/majalah_hotchord_1.jpg" alt="Sampai lusuh, karena sering digunakan" width="336" height="448" /><p class="wp-caption-text">Sampai lusuh, karena sering digunakan</p></div></p>
<p>Makin dalam dan makin dalam, masa pengapalan jari saya sudah berlalu. Ujung jari kiri sudah keras dan tangan kanan sudah bisa memainkan tempo dan genjrengan atau petikan dalam tempo 4/4, 1/2 ataupun Waltz yang bertempo 3/4.</p>
<p>Lalu apa masalah selanjutnya? Mencari kunci gitar untuk memainkan sebuah lagu. Sebenarnya, mencari kunci dasar dan memainkannya itu bisa lewat feeling. Namun pada saat itu saya hanya bisa menemukan untuk lagu-lagu yang sederhana. Untuk lagu yang kompleks dan banyak variasinya seperti pada lagu Dewa dan Padi, tentu mencarinya akan kewalahan.</p>
<p>Untuk memainkannya, saya dan kawan-kawan band sekolah selalu membeli majalah musik dan selanjutnya dibawa ke studio untuk berlatih dan dimainkan.</p>
<p style="text-align: center"><img class="size-full wp-image-79 aligncenter" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2011/11/majalah_hotchord_3.jpg" alt="majalah_hotchord_3" width="448" height="336" /></p>
<p>Waktu SMP, saya sudah bisa mengakses Internet. Namun&#8230;. Saya belum tahu yang namanya Google! Blass&#8230;! Saya juga tidak yakin kalau pada saat itu (2002-2005) ada yang membagi-bagikan lirik dan chord sebuah lagu di halaman website.</p>
<p>Maka, dengan terbawa arus, saya berlangganan majalah HOT CHORD dengan harga Rp. 5000,- untuk memperbanyak referensi lagu yang nantinya akan didendangkan di dalam Studio Biru (Studio tempat saya dan teman-teman berlatih).</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-80" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2011/11/majalah_hotchord_2-300x224.jpg" alt="majalah_hotchord_2" width="300" height="224" />Saya, yang saat SMP terlibat dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga mengusulkan kalau perpustakaan bisa menyediakan majalah Hot Chord untuk dipinjamkan pada para siswa. Dan ternyata usul saya ini dikabulkan, dan sekarang saya masih menyimpan majalah dengan cap perpustakaan dimana itu adalah Hot Chord pertama yang disediakan oleh perpustakaan dan saya diberikan buku yang sama dengan alasan, &#8220;Nih, buat temen-temen kamu nge-band. Tapi jangan dinyanyikan pas di kebaktian awal bulan ya!&#8221; kata bu Mar, petugas perpustakaan yang juga pelatih alat musik pianika di ekskul musik.</p>
<h3>Jaman Google dan Kemudahannya</h3>
<p>Sekarang setelah sering bergumul dengan internet yang tidak pernah lepas dari Google untuk mencari referensi, saya menemukan betapa mudahnya menemukan lirik dan kunci sebuah lagu. Tinggal ketik judul ditambah dengan kata kunci &#8220;chord&#8221;&#8230;bang!!! sudah banyak tersaji. Tinggal print dan dipraktekkan. Tidak perlu menunggu sebulan untuk mencari tahu, dan probabilitas menemukan chord lagu yang diinginkan sangat besar. Berbeda jauh dengan dahulu kala, yang menunggu sebulan dan tidak tahu pasti apakah lagu yang diinginkan akan dimuat. Kalau tidak edisi besok, ya, edisi selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya. Musisi muda ditengah ketidakpastian&#8230;hwahahaha&#8230;. :))</p>
<p>Begitu pula dengan website official dari band, saya menemukan bahwa band Gigi, dalam <a href="http://www.gigionline.com/" target="_blank">GigiOnline.Com</a> menyediakan halaman khusus yang memuat semua daftar album, judul dan lirik lagu dalam Discography secara komplet plus chordnya! Ruaarrr biasa&#8230; Dan lewat <a href="http://www.gigionline.com/v2/discography.php?album=5#lir49" target="_self">tautan ini</a>, anda bisa tahu apa lagu favorit saya dari Gigi. ^^</p>
<p>Hmmm&#8230; Teknologi memang memudahkan ya&#8230;? <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat ini sudah tidak bermain alat musik lagi, ujung jari sering berkegiatan dengan keyboard komputer. Dan kabarnya, majalah HC saat ini masih diproduksi dan bisa ditemukan di swalayan waralaba.</p>
<blockquote><p><em><strong>Hai alunan nada, biarpun sumbang, tetaplah sampaikan salam rinduku untuk musik yang telah memberiku kenangan indah pada suatu waktu yang telah berlalu&#8230;</strong></em> &#8212; Andrean, yang tiba-tiba #galau</p></blockquote>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/majalah-musik-dan-google/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Google+ Antara Minat dan Enggan</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/google-antara-minat-dan-enggan/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/google-antara-minat-dan-enggan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 00:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<category><![CDATA[google+]]></category>

		<category><![CDATA[friendster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/google-antara-minat-dan-enggan/</guid>
		<description><![CDATA[

Hebohnya Google+ di Twitter membuat saya penasaran ingin mencobanya. Kebetulan saya &#8220;hidup&#8221; di lingkungan yang rata-rata makhluknya memakai email dari Google, Gmail.
Dilihat dari kicauan para pengguna Google+ yang telah lebih dulu mencicipinya, semakin membuat saya penasaran. Ada yang bilang mirip Facebook, ada yang bilang sistem nyentilnya mirip Twitter dan ada juga yang menyampaikan kalo situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-71" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2011/07/google-plus1-300x187.jpg" alt="google-plus" width="220" height="137" /></p>
<p style="\">
<p style="\">Hebohnya Google+ di Twitter membuat saya penasaran ingin mencobanya. Kebetulan saya &#8220;hidup&#8221; di lingkungan yang rata-rata makhluknya memakai email dari Google, Gmail.</p>
<p>Dilihat dari kicauan para pengguna Google+ yang telah lebih dulu mencicipinya, semakin membuat saya penasaran. Ada yang bilang mirip Facebook, ada yang bilang sistem nyentilnya mirip Twitter dan ada juga yang menyampaikan kalo situs jejaring anyar besutan raksasa internet ini gabungan antara Facebook dan Twitter.</p>
<p>Lha saya kemana saja? Maklum, saya baru mendapat invite satu hari setelah heboh-hebohnya. Karena tugas kuliah yang tidak bisa saya sambi karena sistem SKS :D. Kalau nanti keasyikan dengan &#8220;mainan baru&#8221; pasti keteteran, pikir saya. Tapi tetap memantau timeline Twitter sesekali.</p>
<p>Referensi fitur dan tampilannya pertama kali saya lihat di blog VirtueMagz lewat<span id="more-70"></span><a title="\&quot;Permanent" rel="\&quot;bookmark\&quot;" href="\"> </a><strong><a href="http://virtuemagz.com/kesan-pertama-pakai-google-plus-google.html" target="_blank">Kesan Pertama Pakai Google Plus (Google+)</a></strong></p>
<p>Dari saya yang pengguna Twitter dan pemakai layanan dari Google untuk berkirim surel digital, saya cukup ngeh dengan Google+, namun bagi teman-teman satu kampus yang tidak familiar dengan Twitter ternyata ada perbedaan. Mereka sama sekali tidak paham apa itu Google+. Setelah saya tanya, &#8220;eh, sudah tahu Facebooknya Google belum? Google+&#8221;. &#8220;Ngga tau, emang ada? Baru denger malah&#8230;&#8221;, jawab teman saya.</p>
<p>Dilanjutkan lagi dengan maksud untuk mengundang mereka, kali saja ada yang tertarik mau mencoba. Ada beragam jawaban dan argumentasi. Ada yang langsung tanya, &#8220;Itu cara mainnya gimana?&#8221;, &#8220;Waduh bro, Twitter aja nggak pernah main&#8221;, dan ada yang langsung menyampaikan keengganannya &#8220;Facebook aja, udah cukup!&#8221;.</p>
<p>Euforia lingkungan dalam menanggapi kehadiran Google+ ini memiliki perbedaan. Bagi yang suka mengakrabi sosial media beserta perkembangannya pasti sudah mencari-cari cara untuk mengdapatkan invite-an. Meskipun hanya ingin mencicipi produk yang baru saja masak. Di lain sisi, ada yang cuek dan seakan menganggap Google+ itu tidak ada. Cukuplah Facebook yang menjadi mainan mereka. Twitter yang lebih dulu hadirpun juga tidak mereka pakai. &#8220;Teks doank begitu, apa asyiknya?&#8221;</p>
<p>Hmm.. Sekedar catatan saja dalam menandai kehadiran si bayi mungil, Google+.</p>
<p>Namun saya masih bertanya-tanya, kemana kegirangan penikmat internet secara serentak seperti saat hijrah dari Friendster ke Facebook?</p>
<p>Apakah Facebook sudah berhasil memberikan rasa <em><strong>enggan</strong></em> untuk berpindah ke lain hati?</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/google-antara-minat-dan-enggan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>linimas(s)a: Tentang Penggunaan Internet Bangsa Ini</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/linimassa-tentang-penggunaan-internet-bangsa-ini/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/linimassa-tentang-penggunaan-internet-bangsa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 14:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<category><![CDATA[linimas(s)a]]></category>

		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/linimassa-tentang-penggunaan-internet-bangsa-ini/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Coba kamu cari jalan Totosari, Laweyan lewat Google Maps. Kalau ketemu, tolong kasih screenshoot berserta petunjuk jalannya (Jw. ancer-ancer) dan kirim lewat email&#8221;, ujar paman saya yang tinggal di Jogja kepada saya yang tinggal di Solo. Kebetulan lokasi yang dicari memang tidak jauh dari rumah saya.
Tidak hanya sekali-dua kali paman saya menyuruh saya untuk memberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Coba kamu cari jalan Totosari, Laweyan lewat Google Maps. Kalau ketemu, tolong kasih <em>screenshoot</em> berserta petunjuk jalannya (Jw. ancer-ancer) dan kirim lewat email&#8221;, ujar paman saya yang tinggal di Jogja kepada saya yang tinggal di Solo. Kebetulan lokasi yang dicari memang tidak jauh dari rumah saya.</p>
<p>Tidak hanya sekali-dua kali paman saya menyuruh saya untuk memberi petunjuk jalan dengan bantuan internet dan menggunakan Google Maps yang digunakan untuk peta navigasi petunjuk jalan. Dari proses penyampaian informasi, baik menyuruh atau memberikan apa yang disuruhnya juga melalui internet, dari messenger untuk chatting dan email untuk menyampaikan peta serta petunjuk jalan.</p>
<p><a href="http://andreans.blogdetik.com/files/2011/03/linimassa11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-65" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2011/03/linimassa11-300x168.jpg" alt="linimassa11" width="300" height="168" /></a></p>
<p>Hal ini juga saya temui ketika melihat dokufilm <strong><a href="http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/" target="_blank">linimas(s)a </a></strong>yang terdapat banyak bagian yang menyoroti penggunaan internet di Indonesia. Bukan hanya paman saya yang berumur lebih dari 40 tahun dan menggunakan internet untuk mendapatkan informasi atau menemukan solusi untuk mengatasi masalahnya. Untuk belajar menggunakan internet secara maksimal mungkin sulit, namun untuk membuka diri dan ada sikap untuk &#8220;want to know&#8221; tentang penggunaan internet pasti berbeda. Minimal, dia tahu Google Maps dan menyuruh saya untuk menemukan lokasi yang di inginkan.</p>
<p>Ini juga yang dilakukan <strong>Blassius Haryadi (Harry van Jogja), </strong>tukang becak yang sudah tak lagi muda namun bisa menggunakan Facebook sebagai media untuk berpromosi kepada calon tunggangannya. Berarti, dia masih mau belajar dan mampu membagi waktu di tengah pekerjaan sebagai tukang becak dan membesarkan anak-anaknya. Jika kita melihat orang seumuran dengan pak Harry, mungkin memiliki alasan yang seragam, tidak sempat masih banyak sesuatu yang harus dilakukan (apalagi ibu-ibu rumah tangga <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Mengenai ibu-ibu yang tidak lagi mempunyai waktu untuk sekedar mengenali dunia internet, di dokufilm linimas(s)a ini juga terdapat nama <strong>Valensia Mieke Randa</strong>, yang menggunakan teknologi internet, dalam hal ini sosial media untuk sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Dia adalah inisiator Blood For Life (#BFL), suatu gerakan yang memberikan segala informasi tentang kebutuhan darah (donor). Informasi disebarkan lewat jejaring sosial, baik via Twitter atau broadcast message BBM. Mungkin hanya sekedar retweet atau BM namun, &#8220;&#8230;hal-hal kecil yang kita lakukan bisa berarti sebuah nyawa buat orang lain&#8221;, kata Valensia.</p>
<p>Banyak hal yang bisa diinisiasi dari penggunaan internet. Termasuk dalam soal hukum dan politik, Koin Prita, Kasus Bibit-Chandra (Gerakan 1 juta Facebooker).</p>
<p>Juga dalam aksi penanganan bencana yang bisa mengakomodir relawan, bantuan, info terkini sampai penggalangan dana dan radio streaming dari post pantau merapi dan bisa didengarkan oleh orang banyak. Penggunaan internet untuk penanganan bencana seperti ini dilakukan oleh Jalin Merapi, yang saat Merapi meletus, akun twitternya @jalinmerapi terus-menerus menyampaikan informasi terkini di sana. Karena terapresiasi oleh kinerja Jalin Merapi dalam menggunakan sosial media, saya menulis tulisan ini beberapa hari setelah Merapi meletus, <strong><a href="http://andre.web.id/letusan-merapi-2-0/" target="_blank">Letusan Merapi 2.0</a></strong></p>
<p><strong>Masih banyak hal-hal lain yang terdapat di film ini, terutama percakapan-percakapan cerdas tentang internet di Indonesia. Silakan lihat teaser videonya di </strong><a href="http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/" target="_blank">http://kalamkata.org/2011/02/20/linimassa-program-film-dokumenter/</a></p>
<p>Banyak hal yang bisa dilakukan dengan internet, apalagi bangsa ini mempunyai sumber daya pemakai internet yang sangat tinggi. Jika masing-masing bisa mengoptimalkan secara baik. Alangkah dahsyatnya perubahan yang bisa dilakukan bangsa ini!</p>
<p>&#8220;Kita melihat bahwa kalau internet ini digunakan dengan benar. Dengan dioptimalkan se positif mungkin. Itu manfaatnya akan sangat luar biasa bahkan untuk melakukan perubahan sosial. Untuk melakukan gerakan-gerakan untuk arah yang lebih baik&#8221; &#8212; Donny BU, produser dokufilm linimas(s)a dan Ketua ICT Watch.</p>
<h1><strong><a href="http://andre.web.id/insto-moist-atasi-mata-merah/" target="_blank">INSTO MOIST ATASI MATA MERAH</a><br />
</strong><strong> </strong></h1>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/linimassa-tentang-penggunaan-internet-bangsa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Blog Tekno</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/membangun-blog-tekno/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/membangun-blog-tekno/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 21:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[1 bulan ini saya sedang membangun blog ber-genre tekno. Bersama 2 teman blogger, saya berusaha membuat kompilasi tulisan yang ada hubungannya dengan tekno, gadget, web, sosial media dan IT environment.
Yah sesuai konsekuensi, blog personal saya jadi terbengkelai. Tapi saya tetap aktif dalam memonitor halaman blog ini. *dasarnya saya memang ngga punya kerjaan lain*  
Hmm, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1 bulan ini saya sedang membangun blog ber-genre tekno. Bersama 2 teman blogger, saya berusaha membuat kompilasi tulisan yang ada hubungannya dengan tekno, gadget, web, sosial media dan IT environment.</p>
<p>Yah sesuai konsekuensi, blog personal saya jadi terbengkelai. Tapi saya tetap aktif dalam memonitor halaman blog ini. *dasarnya saya memang ngga punya kerjaan lain* <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hmm, tapi dasarnya saya senang menulis, biarkan saya menulis di &#8220;rumah baru&#8221; sejenak, sambil menguatkan pondasi.Itung-itung berbagi tentang dunia IT. Dan semoga dapat pahala..hehe.</p>
<p>Ini dia yang membuat sebagian waktu saya tersita,</p>
<p><a href="http://virtuemagz.com"><img class="aligncenter size-medium wp-image-57" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/12/master-dowo-300x68.png" alt="master-dowo" width="300" height="68" /></a><a href="http://virtuemagz.com" target="_blank">VirtueMagz.Com</a>, sebuah portal IT berbahasa Indonesia. Tujuannya simple, turut memperbanyak konten lokal yang memberikan berita-berita terkini perkembangan dunia maya.</p>
<p>Blog ini akan di update minggu depan. Stay tune.. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/membangun-blog-tekno/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Internet Indonesia: Lebih Butuh Sikap Daripada Teori</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/internet-indonesia-lebih-butuh-sikap-daripada-teori/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/internet-indonesia-lebih-butuh-sikap-daripada-teori/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 15:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<category><![CDATA[Festival BLOG 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Internet yang penggunannya menjamur di Indonesia, setidaknya 2 (dua) tahun ini, sudah memberikan dampak yang sangat signifikan dalam berbagai hal. Dari perilaku sosial dalam berteknologi, sudut pandang baru dalam berbisnis (menggunakan internet untuk pemasaran produk), akses informasi sampai transformasi cara berbicara dengan media yang bisa didengarkan oleh khalayak ramai dengan cara cepat dan masive, jurnalisme [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://telkomspeedy.com/">Internet</a> yang penggunannya menjamur di Indonesia, setidaknya 2 (dua) tahun ini, sudah memberikan dampak yang sangat signifikan dalam berbagai hal. Dari perilaku sosial dalam berteknologi, sudut pandang baru dalam berbisnis (menggunakan internet untuk pemasaran produk), akses informasi sampai transformasi cara berbicara dengan media yang bisa didengarkan oleh khalayak ramai dengan cara cepat dan masive, jurnalisme warga lewat tulisan di <a href="http://blogdetik.com">blog</a>, komunikasi politik pemerintahan terhadap rakyat, sampai pemanfaatan social media untuk penanggulangan bencana.</p>
<p>Tentunya kita, bangsa Indonesia, semakin hari semakin dewasa dalam ber-<a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a>. Tak mungkin kita terus-terusan diberi teori bagaimana cara ber<a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a> dengan sehat. Di dalam perkembangannya kita malah butuh banyak ruang untuk bersikap. Menyikapi <a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a> adalah ruang informasi yang tidak bisa di definisikan sebagai sehat dan tidak sehat. Itu semua kembali pada cara pandang setiap pengguna <a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a>.<span id="more-53"></span></p>
<p>Saya sendiri, sebagai blogger dan pengguna <a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a> tidak terlalu ambil pusing dengan teori-teori cara browsing, situs apa yang &#8220;sehat&#8221;, penggunaan firewall supaya tidak dapat mengakses xXx site, atau apa saja yang bersifat teoritis. Saya hanya bersikap semua ini adalah sebuah dinamika, dinamika yang harus di ikuti dengan berbagai asam garamnya dunia internet. Teori-teori cara berinternet sehat tidak begitu saya perhatikan karena ini bisa mengakibatkan sikap antipati terhadap internet. Bersikap waspada sambil menyebarkan <strong>ACTion</strong> positif senantiasa saya kedepankan.</p>
<p>Saya berusaha aktif di komunitas online, misalnya komunitas <a href="http://blogdetik.com">blogger</a> yang ada di kota saya sendiri, Solo. Saya menyediakan sebagian waktu luang dan tenaga untuk memberi pelatihan yang berhubungan dengan <a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a>, semisal pembuatan <a href="http://blogdetik.com">blog</a> dan blogging sampai memberikan pelatihan-pelatihan dasar semisal pembuatan email, pengakraban dengan interface browser dan sebagainya. Teknis memang, tapi di sela-sela pembelajaran itu, saya biasanya juga memberikan &#8220;doktrin-doktrin&#8221; teoritis yang bisa mereka jadikan sebagai acuan untuk menyikapi internet. Misalnya,</p>
<blockquote><p><strong>Eh ini situs bagus lho, kamu bisa mendapatkan berita-berita secara update. Tinggal klik judul dan baca beritanya. Bisa berkomentar juga kok. </strong></p>
<p><strong><a href="http://blogdetik.com">Blog</a> ini sangat inspiring, karena kamu cewek, pasti kamu betah membacanya. Girly banget dah.. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Kalau mau, kamu juga bisa buat blog seperti ini.<br />
</strong></p>
<p><strong>Kamu kalo butuh tutorial-tutorial, cari di site ini saja, bro. Lumayan komplit. Bisa unduh versi PDF nya juga. Kurang? Googling saja!<br />
</strong></p>
<p><strong>Belanja online bisa ke situs-situs ini, sudah terpercaya. Tapi jangan sampai salah nulis alamatnya ya.<br />
</strong></p>
<p><strong>Wuizzz, jangan Add as a Friends hanya karena profile pic&#8217;s nya cantik doank lho. Hati-hati biasnya itu yang buat orang iseng yang nyari profil pic&#8217;snya di Google.</strong></p>
<p><strong>Buat email diusahakan passwordnya jangan mudah di tebak ya. Misalnya, nama atau tanggal lahir. Bisa dengan istilah favorit atau sesuatu yang tidak sulit di terka oleh orang lain.</strong></p>
<p><strong>Kalau habis fesbukan jangan lupa di sign out ya!</strong></p>
<p><strong>dan masih banyak lagi, sejalan dengan program pelatihan dan perkembangan dunia internet&#8230;.<br />
</strong></p></blockquote>
<p><strong><a href="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/12/dsc08989.jpg"><br />
</a></strong>Foto ketika saya melakukan pelatihan dan menyampaikan komunikasi di atas.</p>
<p><a href="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/12/dsc08989.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-54" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/12/dsc08989-300x225.jpg" alt="pelatihan" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Menjaga alur berinternet lebih butuh sikap. Pandangan mempengaruhi cara bersikap, dan sikap bisa berdampak bagi orang banyak. Bersikap positif bermula dari diri sendiri, tidak bermaksud sombong, karena saat ini saya tahu akan kemampuan saya baru sampai untuk menjangkau lingkungan sekitar.</p>
<p>Saya bisa dikatakan <strong>HEBAT</strong>? Ya mungkin untuk sekitar saya. <strong>Tidak HEBAT</strong>? Ya, karena mungkin ini hanya ACTion kecil. Tapi saya bukan memandang subjek sebagai saya, tapi mereka yang mengikuti pelatihan bisa merasakan ke<strong>HEBAT</strong>an internet, dan semoga saya bisa merepresentasikan kehebatan internet sehat dari sudut pandang tersendiri. Dari sisi kemanusiaan. Eh saya juga hebat loh, karena ingin belajar bersikap dalam ber-internet. Minimal menuliskan artikel ini ke dalam <a href="http://blogdetik.com">blog</a>..ehehe. Tentunya lebih<strong> hebat</strong> daripada teori.. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin <a href="http://telkomspeedy.com/">CSR perusahaan</a> yang berkecimpung di dalam dunia teknologi <a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a> bisa menyediakan ACTions yang lebih mencakup lebih banyak orang di berbagai daerah. Karena teori-teori itu, menurut hemat saya, akan sangat berdampak jika dibarengi dengan ACTion. Tidak mentah! <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Terutama di daerah terpencil, masak bisa membuat akun Facebook tanpa mempunyai email? (baca tulisan ke dua saya di <a href="http://andreans.blogdetik.com/warung-20/">blogdetik di sini</a>)</p>
<p>Indonesia butuh ACT untuk ICT untuk <a href="http://telkomspeedy.com/">Internet</a> yang benar-benar sehat!</p>
<blockquote></blockquote>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/internet-indonesia-lebih-butuh-sikap-daripada-teori/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Blogger Untuk Difable</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/dari-blogger-untuk-difable/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/dari-blogger-untuk-difable/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 01:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[ICTwatch]]></category>

		<category><![CDATA[blogger]]></category>

		<category><![CDATA[difabel]]></category>

		<category><![CDATA[bengawan]]></category>

		<category><![CDATA[asiangames]]></category>

		<category><![CDATA[guangzhou]]></category>

		<category><![CDATA[atlet]]></category>

		<category><![CDATA[office]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini, saya yang tergabung dalam Komunitas Blogger Surakarta dan sekitarnya, Bengawan, mengadakan beberapa pelatihan untuk penyandang cacat orang dengan kemampuan berbeda atau difabel.
Berbekal keahlian ketik mengetik dan &#8220;ngeh&#8221; dengan bidang IT dan khususnya yang berhubungan dengan internet internet (lha wong namanya saja blogger  ), saya dan beberapa teman Komunitas Bengawan menyediakan tenaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://bengawan.org/wp-content/banners/logo_widget_200.jpg" alt="" width="137" height="137" />Belum lama ini, saya yang tergabung dalam Komunitas Blogger Surakarta dan sekitarnya, <a href="http://bengawan.org" target="_blank">Bengawan</a>, mengadakan beberapa pelatihan untuk <span style="text-decoration: line-through">penyandang cacat</span> orang dengan kemampuan berbeda atau difabel.</p>
<p>Berbekal keahlian ketik mengetik dan <em>&#8220;ngeh&#8221; </em>dengan bidang IT dan khususnya yang berhubungan dengan internet internet (<em>lha wong</em> namanya saja blogger <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), saya dan beberapa teman Komunitas Bengawan menyediakan tenaga dan keahlian untuk memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan komputer dan internet. Ada beberapa pelatihan yang kami berikan untuk difabel. Pelatihan komputer dasar, desain grafis,<span id="more-50"></span> pemrograman internet dan tentu saja blogging.</p>
<p>Sekretariat kami kebetulan juga jadi satu dengan Yayasan Talenta, suatu yayasan yang bergerak dalam pemberdayaan kaum difabel. Jadi sangat mudah untuk mengkoordinasikan teman-teman yang ingin mendapat pelatihan dan di data sesuai minat dan kemampuan. Komunitas Bengawan sendiri menyebut sekretariat ini sebagai <a title="Rumah Blogger Indonesia" href="http://foursquare.com/venue/5400593" target="_blank">Rumah Blogger Indonesia</a> atau sebutan populernya <a href="http://twitter.com/#!/search/%23RBI" target="_blank">#RBI</a>.</p>
<p>Berikut adalah beberapa dokumentasi saat kami mengadakan pelatihan untuk difabel,</p>
<p><div id="attachment_51" class="wp-caption aligncenter" style="width: 555px"><img class="size-large wp-image-51" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/img_1474-1024x768.jpg" alt="Pelatihan di Rumah Blogger Indonesia, saya yang disebelah kanan. :D" width="545" height="408" /><p class="wp-caption-text">Pelatihan di Rumah Blogger Indonesia, saya yang disebelah kanan. (Narsis sedikit. :D)</p></div></p>
<p><div id="attachment_52" class="wp-caption aligncenter" style="width: 555px"><img class="size-full wp-image-52" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/difabel.jpg" alt="difabel" width="545" height="409" /><p class="wp-caption-text">berbagi...</p></div></p>
<p style="text-align: left">Ada cerita lain waktu saya berbincang dengan salah satu peserta pelatihan yang ternyata adalah atlet yang akan mengikuti Asian Games untuk difabel, tanggal 12 sampai 19 Desember di Guangzhou - China. Katanya, jika nanti peserta Asian Games dapat medali maka dia bisa diangkat jadi PNS. Nah untuk jadi PNS syaratnya harus bisa minimal menguasai aplikasi Office. Itu untuk membantu mengurusi masalah administrasi dan daripada cuma bengong doank jika sudah masuk jadi PNS (waktu di kantor).</p>
<p style="text-align: left">Di atas saya melihat ada semangat yang luar biasa. Dari pagi sampai sore mereka mengikuti TC (Training Center / pemusatan latihan) yang kebetulan kontingen Indonesia yang akan diberangkatkan di Asian Games Difabel berlokasi di Solo. Sorenya mereka mengikuti kelas komputer dasar untuk membekali diri dengan antara lain aplikasi Office. Jadi tujuan komunitas Begawan memang berdampak <em>sistemik </em>untuk para difabel. *horeeee*</p>
<p style="text-align: left">Ya, inilah yang bisa saya lakukan lebih kurang 1 bulan ini. Tidak mengurusi politik IT yang berbentuk UU ITE atau yang sering di gembor-gemborkan di kalangan para elite. Bukan tidak peduli, tapi saya hanya melihat bahwa di sekitar saya saja masih banyak yang keteteran dalam penguasaan dasar komputer dan internet. Jadi, membumi saja. Untuk <em>&#8220;langit&#8221;</em>, serahkan saja pada ahlinya. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left">Doakan untuk kontingen difabel Indonesia yang akan berlaga di Asian Games ya, Guys. Doakan supaya hasil kerja mereka menjadi medali dan ikut megharumkan nama bangsa! <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/dari-blogger-untuk-difable/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog di Blogdetik dengan Wordpress For Nokia</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/ngeblog-di-blogdetik-dengan-wordpress-for-nokia/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/ngeblog-di-blogdetik-dengan-wordpress-for-nokia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 15:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<category><![CDATA[blogdetik]]></category>

		<category><![CDATA[wordpress for nokia]]></category>

		<category><![CDATA[nokiae71]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang mempunyai ponsel ber platform symbian atau terkhusus E dan N Series. Sekarang bisa menikmati aktivitas nge-blog dengan interface handphone yang mempunyai resolusi kecil dan hanya ada core dari blogging. Menambah, mengedit postingan (post) dan halaman (page), memoderasi komentar, dan upload foto tulisan.
Sebenarnya, jika kita membuka dashboard blogdetik dengan browser handphone (Opera Mini, Bolt, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-40" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000003-150x150.jpg" alt="Welcome Screen Wordpress for Nokia" width="150" height="150" />Bagi yang mempunyai ponsel ber platform symbian atau terkhusus E dan N Series. Sekarang bisa menikmati aktivitas nge-blog dengan interface handphone yang mempunyai resolusi kecil dan hanya ada <em>core </em>dari blogging. Menambah, mengedit postingan (post) dan halaman (page), memoderasi komentar, dan upload foto tulisan.</p>
<p>Sebenarnya, jika kita membuka dashboard <a href="http://blogdetik.com" target="_blank">blogdetik</a> dengan browser handphone (Opera Mini, Bolt, UC Browser, dll) sudah akan di tampilkan interface mobile dengan fitur <em>core</em> yang sama dengan di atas. Untuk mengkonfigurasikan plugin dan<span id="more-39"></span> mengganti tema (themes) blog, bisa <em>switch</em> ke mode full site atau keluar versi mobile. Namun nampaknya untuk plugin dan tema agak kesulitan jika mengoperasikan lewat handphone. Meskipun tetap bisa. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi pada dasarnya, blogdetik sudah memberikan kemudahan bagi pengguna yang ingin memantau blognya dengn ponsel. Tapi tak ada salahnya jika yang punya E dan N Series mencoba-coba aplikasi Wordpress For Nokia ini. Seperti yang kita ketahui. <a href="http://blogdetik.com/" target="_blank">Blogdetik</a> ini juga menggunakan platform <a href="http://wordpress.org/" target="_blank">Wordpress.</a> Jadi siapa tau malah jatuh cinta.. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di sini akan saya tampilkan screenshoot aplikasi dari Wordpress for Nokia ini. Untuk download dan cara instalasi bisa browse di <a href="http://nokia.wordpress.org/" target="_blank">http://nokia.wordpress.org/</a> . Di sini saya menggunakan Nokia E71.</p>
<ul>
<li>Welcome Screen dari aplikasi Wordpress for Nokia.</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-40 aligncenter" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000003.jpg" alt="Welcome Screen Wordpress for Nokia" width="320" height="240" /></p>
<ul>
<li>Scroll ke bawah untuk memasukan URL, username dan password blogdetik. Ambil contoh adalah akun blog saya di sini.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-41" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000017.jpg" alt="instalasi wordpress for nokia 1" width="320" height="240" /></p>
<ul>
<li>Jika sudah benar tapi kok ada peringatan galat / error. Berarti anda harus mengaktifkan XML-RPC publishing protocols dari menu Setting &gt;&gt; Writting / Menulis &gt;&gt; Centang pada &#8220;Enable the WordPress, Movable Type, MetaWeblog and Blogger XML-RPC publishing protocols.&#8221;</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-42   alignleft" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/atompublishing.png" alt="atompublishing" width="592" height="145" /></p>
<ul>
<li>Kita akan dihadapkan pada tab Comments pada saat pertama masuk. Semua fitur disni bergeser dengan tab. Tinggal pencet kanan kiri, atas bawah. Klik tengah untuk option.</li>
</ul>
<p><div id="attachment_43" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-43" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000019.jpg" alt="Komentar di Wordpress for Nokia" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">Ada option untuk komentar.</p></div></p>
<ul>
<li>Geser ke tab post, maka akan di tampilkan postingan yang sudah terbit ataupun yang masih berstatus naskah. (Draft) Saya berikan screenshot untuk postingan sebelum ini.</li>
</ul>
<p><div id="attachment_44" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-44" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000013.jpg" alt="posting di wordpress for nokia" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">Jika di klik option, sama dengan menu komentar. Ada berbagai option yang berkaitan dengan post. Edit, view, unpublish, dll</p></div></p>
<ul>
<li>Dengan tab Pages atau halaman. Di sini bisa menambah dan mengedit halaman yang ada di blog.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-45" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000014.jpg" alt="edit pages di wordpress for nokia" width="320" height="240" /></p>
<ul>
<li>Tampilan untuk menulis postingan. Ada di tab post dan langsung pilih Write New Post.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-46" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000015.jpg" alt="tampilan new post di wordpress for nokia" width="320" height="240" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-47" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000016.jpg" alt="post categories wordpress for nokia" width="320" height="240" /></p>
<p>Nah di atas adalah tampilan dari aplikasi Wordpress for Nokia. Satu keunggulannya lagi, kita dapat menyimpan beberapa akun blog asalkan ber platform Wordpress dalam 1 aplikasi. Blog saya di <a href="http://andre.web.id" target="_blank"><strong>Andre.Web.Id</strong></a> juga saya masukan di sini.</p>
<p><div id="attachment_48" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-48" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/scr000018.jpg" alt="BlogDetik dan blog dengan hosting mandiri -- http://andre.web.id" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">BlogDetik dan blog dengan hosting mandiri</p></div></p>
<p>Tapi senyaman-nyamannya ngeblog pake aplikasi ini, tetap enak kalo ngeblog dari PC atau laptop. Lebar dan nyaman. Tapi kalo suka ngeblog dengan gaya reportase dari suatu tempat dan bawaannya pingin update melulu, aplikasi ini mungkin membantu. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h1><strong><a><strong></strong></a><strong><a href="http://andre.web.id/insto-moist-atasi-mata-merah/" target="_blank">INSTO MOIST ATASI MATA MERAH</a></strong></strong></h1>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/ngeblog-di-blogdetik-dengan-wordpress-for-nokia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Raut Muka</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/raut-muka/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/raut-muka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 21:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pandangan]]></category>

		<category><![CDATA[obama]]></category>

		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Kunjungan Obama tanggal 9 November 2010 kemarin ada sesuatu yang mencolok pada mata saya. Raut muka SBY dan Obama terlihat sangat berbeda. Bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau memilih siapa yang lebih tampan. Karena jelas, tipe wajah mereka memang berbeda. Tapi setidaknya dalam ekspresi wajah, keduanya seperti membawa &#8220;aura&#8221; positif dan negatif. Pun juga dari pembawaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/obama-dan-sby-salaman.jpg" alt="" width="195" height="124" />Kunjungan Obama tanggal 9 November 2010 kemarin ada sesuatu yang mencolok pada mata saya. Raut muka SBY dan Obama terlihat sangat berbeda. Bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau memilih siapa yang lebih tampan. Karena jelas, tipe wajah mereka memang berbeda. Tapi setidaknya dalam ekspresi wajah, keduanya seperti membawa &#8220;aura&#8221; positif dan negatif. Pun juga dari pembawaan dan bahasa tubuhnya.</p>
<p>Obama, dengan tubuh yg tinggi semampai terlihat sangat bersemangat dan menebar senyuman maut nan mempesona ketika ia turun dari pesawat Air Force One. Menyalami satu per satu penyambut yang berjajar di bawah pesawatnya dengan riang dan sebelum ia pergi menggunakan limusinnya tak lupa sekali lagi ia melambaikan tangan dan tersenyum lebar untuk para jurnalis yang meliput kedatangannya.<span id="more-36"></span></p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 553px"><img src="http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/Obama_pulang2.jpg" alt="Menaiki pesawat, Obama juga dengan berlari kecil. Mungkin tidak karena ia tergesa-gesa. Tapi lebih menunjukan semangat." width="543" height="362" /><p class="wp-caption-text">Menaiki pesawat, Obama juga dengan berlari kecil. Mungkin tidak karena ia tergesa-gesa. Tapi lebih menunjukan semangat. Tidak loyo. Sekali lagi dia juga tersenyum lebar dan tampak sangat energik.</p></div></p>
<p>Ketika Obama pidato di UI dan seusai jamuan makan malam di Istana Negara. Obama juga rajin menebar senyuman. Bahkan nadanya santai dan sesekali bercanda. Masih ingat kan pada kata &#8220;The Nasi Goreng, bakso, &#8230; , emping&#8221; dan ketika ia melafalkan nada panggilan untuk menanggil tukang sate dan bakso, &#8220;Sateee! Baksooo!&#8221;. Obama terlihat sangat friendly, bersahaja, dan terlihat Indonesia sekali. Ramah.</p>
<p>Berbeda dengan SBY akhir-akhir ini. Sekali lagi, saya tak bermaksud menjelek-jelekkan presiden. Tapi mengkritisi dan menulis apa yang saya lihat. SBY selalu tampak lemas seperti kurang tidur. Nampak dari kantong mata yang semakin tebal dan menghitam. Raut mukanya seperti orang <strong><em>pesimis</em></strong>, bahasa jawanya <em>nglentruk</em>. Tidak berstamina.</p>
<p>Senyumannya juga makin hari makin pelit. Jika saya mengingat-ingat waktu pertama beliau berkampanye presiden. SBY sangat sering melempar senyuman. Tampak gagah dan charming. Sekarang, udah pelit senyum, sekalinya beliau mau senyum, senyumannya nampak tidak ikhlas. <em>Ngempet-ngempet gimana gitu</em>. Ya kliatan ngga plong lah.</p>
<p>Jika dilihat, cara Obama pidato sering menengadah dan terlihat sangat optimistis dengan pernyataannya. SBY malah belakangan ini sering menunduk.</p>
<p>Ada apa gerangan dengan SBY, presiden kita? Terus terang, saya sebagai rakyat biasa juga terganggu dengan kebiasaan beliau yang selalu memasang tampang suram. Sesulit-sulitnya keadaan negara, mustinya sebagai kepala negara a.k.a presiden jangan memperlihatkan <em>tampang</em> lesu. Jika presidennya saja terlihat lesu apalagi rakyatnya? Bisa makin lesu donk.</p>
<p>Yah, saya berharap pemimpin Indonesia tetap bersemangat, tidak harus sumringah! Tapi setidaknya memasang muka positif akan menimbulkan langkah dan tindakan yang positif juga kan?</p>
<p>Tidak perlu membandingkan dengan kondisi Negara Amerika Serikat, tapi kita perlu belajar dari Obama. Pancaran positif lewat raut muka, nada bicara dan dari gaya tubuhnya cukup untuk menjaga semangat kemajuan. Saya malah berpikir begini, &#8220;mungkin ngga ya, negara semaju Amerika Serikat di pimpin orang lemah lesu dan pesimistis?&#8221;</p>
<p>Mari bersemangat. Mungkin kesusahan negeri kita ini karena kita kurang bersemangat saja dalam membangun dan menjaganya.</p>
<p>Be positive, Guys! <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*jalan lincah seperti Obama*</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/raut-muka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pahlawan: Tribute Untuk Gus Dur</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/hari-pahlawan-tribute-untuk-gus-dur/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/hari-pahlawan-tribute-untuk-gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 18:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pandangan]]></category>

		<category><![CDATA[gusdur]]></category>

		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>

		<category><![CDATA[haripahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
Beda jaman, beda perjuangan. Indonesia sekarang, tentu jauh dengan Indonesia 65 tahun yang lalu. Media perjuangan tentu berbeda pula. Dahulu dengan angkat senjata, sekarang lebih ke diplomasi untuk kemaslahatan umat.
Inilah yang saya pikirkan ketika dihadapkan pada tanggal 10 November. 10 November yang setiap tahunnya saya kenal dengan hari Pahlawan. Meskipun terkadang tidak menyadari karena tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="size-medium wp-image-31 aligncenter" src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/11/gus_dur2-264x300.jpg" alt="gus_dur2" width="264" height="300" /></p>
<p>Beda jaman, beda perjuangan. Indonesia sekarang, tentu jauh dengan Indonesia 65 tahun yang lalu. Media perjuangan tentu berbeda pula. Dahulu dengan angkat senjata, sekarang lebih ke diplomasi untuk kemaslahatan umat.</p>
<p>Inilah yang saya pikirkan ketika dihadapkan pada tanggal 10 November. 10 November yang setiap tahunnya saya kenal dengan hari Pahlawan. Meskipun terkadang tidak menyadari karena tanggal 10 November tidak di &#8220;tanggal merah&#8221; kan. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya merindukan seorang pahlawan yang pernah Presiden Republik Indonesia ke 4 dan seorang kyai besar. KH Abdurrahman Wahid atau<span id="more-30"></span> yang biasa kita kenal Gus Dur. Dan saya senang menyebutnya dengan <strong>Bapak Pluralisme</strong>. meskipun ada juga yang menyebutnya dengan &#8220;Pahlawannya orang China&#8221;, saya <strong>sangat tidak suka</strong> dengan julukan seperti itu.</p>
<p>Kaum Tionghoa di Indonesia secara bebas dan meriah bisa merayakan  tahun baru Imlek, secara otomatis orang ingat atas sosok Gus Dur sang  pembela kaum minoritas ini.</p>
<p>Gus Dur adalah orang yang pertama mencabut Intruksi Presiden (Inpres)  No 14/1967. Inpres yang dikeluarkan oleh Alm. Soeharto ketika  awal berkuasa pada tahun 1967 itu melarang kaum Tionghoa merayakan pesta  agama dan adat istiadat di depan umum dan hanya boleh dilakukan di  lingkungan keluarga. Karena Inpres tersebut, selama masa Orde Baru,  aktifitas kaum Tionghoa seolah-olah dibatasi, tidak hanya dalam  merayakan pesta agama tetapi juga partisipasi politik kelompok ini  ditekan selama pemerintahan Soeharto.</p>
<p>Tak heran kalau jarang sekali kaum Tionghoa yang bisa menjadi Pegawai  Negeri Sipil (PNS) apalagi menjadi anggota parlemen, atau menduduki  jabatan tinggi di pemerintahan seperti menjadi bupati, gubernur dan  menteri di kabinet.</p>
<p>Gus Dur mencabut larangan inpres itu karena dianggap diskriminatif  padahal perlembagaan negara UUD 1945 menjamin perlindungan semua warga.  Kalau yang lain bisa ke masjid, gereja, atau ke makam untuk ziarah,  kenapa orang Tionghoa tidak boleh ke kelenteng? demikian alasan Gus Dur.</p>
<p>Setelah Gus Dur mencabut inpres tersebut, Megawati presiden  selanjutnya mengeluarkan Keppres No 19/2002 yang isinya menjadikan Imlek  sebagai hari libur nasional.</p>
<p>Inisiatif Gus Dur mencabut inpres tersebut telah membuka jalan  persamaan hak bagi warga Tionghoa untuk tidak ragu merayakan hari  besarnya dan juga secara bebas terjun ke politik. Pasca reformasi,  tercatat beberapa tokoh Tionghoa berkibar di ranah politik Indonesia.  Sebut saja diantaranya Kwik Kian Gie yang menjadi Menteri pada Kabinet  Gus Dur, begitu juga Alvin Lie yang menjadi anggota parlemen dari Partai  Amanat Nasional (PAN) dan Mari Elka Pangestu yang sekarang menjadi  Menteri pada pemerintahan Yudhoyono.</p>
<p>Begitu juga di tingkat lokal, banyak etnis Tionghoa yang bisa menjadi  pejabat di daerah. Sebut saja Basuki Tjahaja Purnama yang menjadi  bupati Bangka dan Christiandy Sanjaya menjabat sebagai wakil gubernur  Kalimantan Barat.</p>
<p>Ada beberapa pesan yang saya ingin sampaikan dari perjuangan Gus Dur menghapuskan diskriminasi <strong><em>klasik </em></strong>yang ada di Indonesia:</p>
<ul>
<li>Mengganti istilah Cina menjadi Tiong Hoa. Tentunya ini akan sangat nyaman jika di banding dengan Cina. Dalam bahasa jawa, &#8220;Wooo!! Cino i!&#8221; Dan biasanya itu di sampaikan dengan nada tinggi dan kasar.</li>
<li>Persamaan hak. Dan Gus Dur ingin bahwa semua orang menjadi Indonesia! Bukan Jawa bukan China dan bukan Arab. Semua INDONESIA. Sama hak-nya dan sama-sama mempunyai tanggung jawab untuk memberi andil bagi bangsa ini. Bukankah ini sesuai dengan salah satu isi dari Sumpah Pemuda?</li>
<li>Gus Dur memperjuangkan hak yang paling asasi dalam kehidupan manusia. Hak memilih dan menganut agama sesuai dengan kepercayaannya. Sehingga tidak ada lagi yang sampai &#8220;pindah agama&#8221;demi suatu posisi atau jabatan.</li>
</ul>
<p>Saya rasa, bangsa ini masih memerlukan keberanian dan kerelaan beliau untuk mengatasi carut marutnya diskrimasi antar umat beragama yang berhembus sangat kencang akhir-akhir ini. Sampai di tengah bencanapun masih ada yang melakukan diskrimasi yang tidak manusiawi.</p>
<p>Jiwa kepahlawanan dan keberanian seperti Gus Dur inilah yang sangat di butuhkan Indonesia di era modern ini. Mungkin kita punya TNI dan Polri untuk menangkis serangan dari luar seperti perang, atau dari dalam seperti pemberontakan. Tapi kita tentu tidak ingin jika kita terbelah dengan sesama orang Indonesia yang hanya berbeda keyakinan padahal keyakinan itu ber-muara pada satu kebaikan yang sama.</p>
<p>Tak ada lagi minor - mayor. Kita yang hidup dari Sabang sampai Merauke adalah Indonesia. Togheter We Are One!</p>
<p>Keberagaman itu Indah. Jika semua sama itu membosankan.</p>
<p>Akan ku kenang terus jasa-mu, Gus.. Kuteruskan walau tanpa angkat senjata.</p>
<p>C&#8217;Mon guys.. Jangan lagi rasis dan mempermasalahkan agama dan keyakinan. Tenaga kita masih banyak di butuhkan untuk bersatu dan membangun bangsa ini untuk menjadi lebih baik. Satu Indonesiaku.. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/hari-pahlawan-tribute-untuk-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Warung 2.0</title>
		<link>http://andreans.blogdetik.com/warung-20/</link>
		<comments>http://andreans.blogdetik.com/warung-20/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 19:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andreans</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT-INet-SocMed]]></category>

		<category><![CDATA[warung2.0]]></category>

		<category><![CDATA[yanuarnugroho]]></category>

		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<category><![CDATA[email]]></category>

		<category><![CDATA[hutangundul]]></category>

		<category><![CDATA[handphone]]></category>

		<category><![CDATA[becak]]></category>

		<category><![CDATA[ojek]]></category>

		<category><![CDATA[ICTwatch]]></category>

		<category><![CDATA[wa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andreans.blogdetik.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[
Kegilaan penduduk Indonesia akan Facebook ternyata bisa mendaftarkan account Facebook tanpa email&#8230;

Kemarin, Senin tanggal 14 Oktober 2010. Komunitas blogger yang ada di kota Solo, Komunitas Blogger Bengawan mengadakan diskusi dengan pak Yanuar Nughoho (@yanuarnugroho). Pembicaraannya masih di sekitar social media, perkembangan teknologi, dan pola-pola pengembangan komunitas yang ada di Indonesia. Hadir pada waktu itu komunitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center"><em>Kegilaan penduduk Indonesia akan Facebook ternyata bisa mendaftarkan account Facebook tanpa email&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p>Kemarin, Senin tanggal 14 Oktober 2010. Komunitas blogger yang ada di kota Solo, <a href="http://bengawan.org">Komunitas Blogger Bengawan </a>mengadakan diskusi dengan pak <a href="http://www.manchester.ac.uk/research/mbs/yanuar.nugroho/" target="_blank">Yanuar Nughoho</a> (@yanuarnugroho). Pembicaraannya masih di sekitar social media, perkembangan teknologi, dan pola-pola pengembangan komunitas yang ada di Indonesia. Hadir pada waktu itu komunitas dari kota di luar Solo, antara lain blogger <a href="http://www.bloggerngalam.com/">Ngalam</a> dari kota Malang, blogger <a href="http://blog.kotareyog.com/">Warok Ponorogo</a> (Kota Reyog) dari Ponorogo, <a href="http://pendekartidar.org/" target="_blank">Pendekar Tidar</a> dari Magelang dan <a href="http://plat-m.com/">Plat-M</a> dari Madura.</p>
<p>Pembicaraan yang bisa saya sampaikan di sini hanya sebagian. Saya hanya akan mengangkat dimana gadget dan social media, Facebook, bisa membuat orang kehilangan mata pencaharian, gundulnya hutan dan membuka warung pulsa digital &#8212; istilah nge-trennya warung 2.0 (dua titik nol). Berikut, cerita yang disampaikan pak Yanuar Nugroho dan beberapa pendapat dan pandangan saya yang ada di akhir-akhir<span id="more-16"></span> cerita.</p>
<p><div id="attachment_17" class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><a href="http://blog.kotareyog.com/wp-content/uploads/2010/10/PIC_0029.jpg"><img class="size-large wp-image-17 " src="http://andreans.blogdetik.com/files/2010/10/pic_0029-1024x768.jpg" alt="pic_0029" width="418" height="312" /></a><p class="wp-caption-text">(dok) Blogger Ponorogo</p></div></p>
<p>Berangkat dari gundulnya hutan dulu. Di sebuah kabupaten yang memiliki hutan jati yang sangat luas, sengaja tidak menyebut nama daerahnya, pak lurah dari daerah itu sampai mengutuk dengan adanya piranti keras berbentuk persegi panjang yang bisa halo-halo bernama HP (handphone). Ya handphone! bukannkah piranti ini sudah sangat lazim untuk dimiliki saat ini. Bahkan orang membawa beberapa HP pun sudah cukup wajar.</p>
<p>Ooohh, ternyata memang ada biang keladinya. Handphone ternyata telah menyebabkan hilangnya tukang becak di wilayah itu. Bukan hilang di telan handphone. Tapi hilang karena sudah tidak ada yang menumpang dan membayar becak. Padahal pada waktu handphone belum gila-gilaan, becak di daerah itu cukup laris. Setiap ada orang yang menunggang bis dan selanjutnya meneruskan perjalanan masuk ke kampung (yang tidak bisa di lewati bis) dengan menunggang becak.</p>
<p>Namun, hal ini juga di sebabkan oleh prestige-nya sebuah handphone. Orang di daerah itu akan merasa terangkat harkat dan martabatnya jika sudah memiliki handphone. Apalagi tren handphone low-end sekarang yang menawarkan berbagai layanan untuk mengakses sosial media. Di samping sebuah handphone ber engine social media, sebuah sepeda motor juga tak kalah pentingnya.</p>
<p>Masyarakat di daerah itu juga mati-matian untuk membeli sebuah sepeda motor, selain kredit yang sangat mudah. Tentunya bisa dicicil sampai laaammmaaa dan uang muka (UM/DP) sangaaaaattt ringan. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> nah pertanyaannya, dari mana masyarakat daerah berpenduduk yang bisa dikatakan pas-pasan itu bisa membeli sebuah motor? Karena hutan jati melimpah ruah di daerah itu, ya sudah, mereka mengeksploitasi hutan jati yang ada di sekitarnya.</p>
<p>Ini merupakan oxymoron dari pepatah &#8220;sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit&#8221;. Hutan itu, &#8220;di tebang tipis-tipis lama-lama jadi habis&#8221;. Ya, sekarang hutan itu jadi gundul. Gundulnya karena 2 faktor yang menurut saya itu sesuatu yang sangat tidak &#8220;manusiawi&#8221;. Mengorbankan satu aset yang sangat besar bukan hanya untuk bertahan hidup atau berkarya. Tapi untuk sebuah motor dan handphone.</p>
<p>Dahulu banyak tukang becak, tapi hutan jatinya terjaga. Sekarang banyak tukang ojek yang lebih suka ber social media di depan layar 2-3 inch tapi hutannya gundul. Mereka juga gemar melototin handphone daripada &#8220;srawung sedulur&#8221; di balai-balai kampung. Sungguh handphone ini sudah merubah tradisi guyub di wilayah itu yang tergolong warga dusun, kalau keadaannya di kota besar mungkin masih bisa dimaklumi.</p>
<p>Dahulu bisa menunggang becak untuk masuk ke kampung, sekarang cukup tekan beberapa tombol dan minta di jemput. Hidupnya seakan jadi praktis.</p>
<p>Satu lagi hal yang berkaitan dengan hal di atas. Meskipun ini terjadi di lain daerah tapi tetap ada esensi yang sama.</p>
<p>Kegilaan penduduk Indonesia akan Facebook ternyata bisa membuat account Facebook tanpa email! Tidak percaya? Tapi ini memang kenyataan. Orang bisa memiliki Facebook tanpa sepeser emailpun dan mungkin hanya di Indonesia yang bisa. Sesuai motto presidennya juga sih. &#8220;Bersama kita bisa!&#8221; :p *eh</p>
<p>Mereka membuat account Facebook di tempat-tempat orang jual handphone atau pulsa. Dimana untuk satu account dihargai Rp 50.000. Email sudah dibuatkan oleh penjaga/pemilik toko, jadi jika &#8220;pembeli&#8221; Facebook tadi lupa password, bayar lagi Rp 5000. Jadi boleh di kategorikan, warung ini adalah warung 2.0 atau kios socmed. <img src='http://andreans.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hebat kan negeri kita ini. Berani bayar mahal untuk sebuah layanan yang gratis karena kebodohan yang sebagian orang miliki. Juga masalah hutan tadi. Berani bayar mahal atas kerusakan kelestarian hutan hanya karena masalah pengangkatan harkat dan martabat a.k.a gengsi.</p>
<p>Cukup sudah era social media membuat sebagian rakyat Indonesia menjadi &#8220;hebat&#8221;. Kegilaan akan kemajuan teknologi yang belum saatnya mereka nikmati. Antipati akan sebuah tradisi asli sudah hadir di sana-sini karena teknologi.</p>
<p>Kemana peran ICT Watch? Sudahkah mereka menjangkau sampai ke daerah seperti ini?</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andreans.blogdetik.com/warung-20/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
